Terong
Solanum melongena
Deskripsi Singkat
Terong (Solanum melongena) adalah sayuran buah tahunan dari famili Solanaceae yang berasal dari India dan Sri Lanka. Buahnya bervariasi dari ungu, hijau, putih, hingga oranye dengan tekstur daging kenyal. Terong kaya antioksidan nasunin, serat, dan kalium. Indonesia termasuk 5 besar produsen terong dunia dengan produksi lebih dari 500.000 ton per tahun. Cocok untuk kebun rumah dan pertanian skala kecil karena perawatannya mudah.
Mengenal Terong
Terong (Solanum melongena) merupakan tanaman Sayuran, Sayuran Buah yang telah lama dikenal di Indonesia. Terong (Solanum melongena) adalah sayuran buah tahunan dari famili Solanaceae yang berasal dari India dan Sri Lanka. Buahnya bervariasi dari ungu, hijau, putih, hingga oranye dengan tekstur daging kenyal. Terong kaya antioksidan nasunin, serat, dan kalium. Indonesia termasuk 5 besar produsen terong dunia dengan produksi lebih dari 500.000 ton per tahun. Cocok untuk kebun rumah dan pertanian skala kecil karena perawatannya mudah. Tanaman ini memiliki beragam manfaat, menjadikannya pilihan populer bagi pekebun rumahan maupun petani komersial.
Syarat Tumbuh dan Budidaya Terong
Terong membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai untuk tumbuh optimal. Berikut adalah panduan budidaya Terong:
- Pilih lokasi dengan pencahayaan yang sesuai
- Siapkan media tanam yang subur dan gembur
- Pastikan drainase air yang baik
- Lakukan penyiraman secara teratur
- Berikan pupuk sesuai kebutuhan
Persiapan Lahan: Pilih lahan terkena sinar matahari penuh dengan drainase baik. Bersihkan gulma dan sisa tanaman. Gemburkan tanah dengan cangkul sedalam 30-40 cm. Buat bedengan lebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm (lebih tinggi di musim hujan), panjang sesuai lahan. Taburkan pupuk kandang matang 3-5 kg per meter persegi atau kompos 2-3 kg per m2. Tambahkan dolomit 1-2 kg per m2 jika pH tanah di bawah 5.5. Aduk rata dengan tanah, biarkan 5-7 hari sebelum tanam.
Pemilihan dan Penyemaian Bibit: Pilih varietas terong sesuai selera dan kondisi lahan. Untuk hasil maksimal, gunakan benih hibrida F1 seperti Mustang F1, Antaboga F1, atau Yumi F1. Rendam benih dalam air hangat (50°C) selama 30 menit untuk mematahkan dormansi dan membunuh patogen permukaan. Semai di tray semai atau polybag kecil (5x8 cm) berisi campuran tanah + arang sekam + kompos (1:1:1). Letakkan di tempat teduh dan siram 2 kali sehari. Setelah 4-6 minggu atau saat bibit memiliki 4-5 daun sejati, bibit siap dipindah ke lahan.
Penanaman: Lakukan penanaman di sore hari (pukul 15.00-17.00) untuk mengurangi stres tanaman. Jarak tanam ideal: 60-70 cm antar tanaman dalam baris, 80-100 cm antar baris (populasi 12.000-14.000 tanaman per hektar). Buat lubang tanam sedalam 7-10 cm. Beri 1 sendok makan pupuk NPK 15-15-15 di dasar lubang, tutup tipis dengan tanah. Tanam bibit hingga batas leher akar, padatkan tanah di sekitar pangkal. Siram dengan air 500 ml per tanaman. Beri naungan sementara dari daun pisang atau paranet 50% selama 3-5 hari untuk adaptasi.
Penyiraman: Siram setiap pagi (pukul 06.00-08.00) dengan volume 1-2 liter per tanaman pada fase vegetatif. Saat buah mulai terbentuk, kurangi menjadi 0.5-1 liter per tanaman. Pastikan tanah lembab tapi tidak tergenang. Di musim kemarau, siram 2 kali sehari. Sistem irigasi tetes (drip irrigation) paling disarankan untuk efisiensi air dan mencegah penyakit daun. Jika menggunakan selang, siram di pangkal batang, jangan mengenai daun untuk mencegah penyakit jamur.
Pemupukan: Beri pupuk dasar NPK 15-15-15 (1 sendok teh per tanaman) pada umur 7, 14, 21, 35, 49, dan 63 hari setelah tanam. Tambahkan pupuk organik cair (POC) setiap minggu bergantian dengan NPK. Saat mulai berbunga (umur 30-40 HST), tambahkan pupuk KNO3 (kalium nitrat) 2 g per liter air seminggu sekali untuk merangsang pembentukan buah. Kocor pupuk di sekitar zona perakaran, jangan terkena batang. Di fase produksi buah, beri pupuk NPK 16-16-16 atau pupuk khusus buah.
Pemangkasan dan Perawatan: Pangkas tunas air (sucker) yang tumbuh di ketiak daun setiap 7-10 hari. Pangkas daun bagian bawah yang sudah tua atau menguning hingga ketinggian 30 cm dari tanah. Sisakan 2-3 cabang utama untuk hasil optimal. Pasang ajir bambu setinggi 100-120 cm saat tanaman umur 3-4 minggu, ikat batang utama dengan tali rafia longgar. Kendalikan gulma dengan penyiangan manual atau herbisida pra-tumbuh. Kocorkan Trichoderma harzianum (10 g per liter) setiap 2 bulan untuk menjaga kesehatan akar.
Panen dan Pascapanen: Terong mulai bisa dipanen pada umur 60-80 HST tergantung varietas. Ciri-ciri siap panen: buah telah mencapai ukuran maksimal varietasnya, warna kulit mengilap sempurna (sesuai varietas), daging buah masih padat saat ditekan, dan biji di dalam masih putih (belum keras). Potong tangkai buah dengan gunting atau pisau tajam, sisakan tangkai 1-2 cm pada buah. Panen setiap 3-5 hari untuk merangsang pembentukan buah baru. Produktivitas: 1.5-3 kg per tanaman atau 20-40 ton per hektar per musim (4-6 bulan). Sortasi buah berdasarkan ukuran dan kualitas. Penyimpanan: suhu 10-12°C dengan kelembaban 90-95% dapat bertahan 1-2 minggu.
Manfaat dan Kegunaan Terong
Terong memiliki beragam manfaat yang telah dikenal masyarakat:
- Antioksidan nasunin melindungi sel otak dan meningkatkan fungsi kognitif
- Serat tinggi (3 g/100g) melancarkan pencernaan dan mengontrol gula darah
- Menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung berkat asam klorogenat
- Kalium membantu mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung
- Rendah kalori (25 kcal/100g) cocok untuk diet dan pengelolaan berat badan
- Mengandung vitamin B6 dan folat yang mendukung fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah
Tips Perawatan
Agar Terong tumbuh dengan baik, berikut beberapa tips perawatan yang perlu diperhatikan:
- Siram secara teratur tetapi jangan berlebihan
- Berikan pupuk organik setiap 2-4 minggu
- Pangkas daun atau cabang yang kering
- Pastikan sinar matahari yang cukup
- Lakukan repotting jika tanaman sudah terlalu besar
Terong butuh sinar matahari penuh 6-8 jam per hari. Siram 1-2 liter per tanaman setiap pagi, kurangi saat musim hujan. Pupuk NPK 15-15-15 setiap 2 minggu (1 sendok teh per tanaman) bergantian dengan pupuk organik cair. Beri mulsa jerami atau sekam setebal 5-7 cm untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma. Pangkas tunas air di ketiak daun dan daun tua di bagian bawah untuk sirkulasi udara. Pasang ajir bambu saat tanaman tinggi 40 cm. Lakukan pengikatan batang ke ajir dengan tali rafia longgar agar tidak melukai batang. Periksa tanaman setiap 2-3 hari untuk deteksi dini hama dan penyakit. Semprot insektisida nabati (neem oil + sabun) setiap 10 hari sebagai pencegahan. Beri pupuk kalium setelah panen pertama untuk mempercepat pembungaan dan pembuahan berikutnya.
Hama dan Penyakit
Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang Terong antara lain:
- Kutu Daun (Aphis gossypii)
- Ulat Buah (Helicoverpa armigera)
- Lalat Buah (Bactrocera dorsalis)
- Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum)
- Busuk Buuh (Phytophthora capsici / Colletotrichum spp.)
- Tungau Merah (Tetranychus urticae)
FAQ Seputar Terong
Berapa lama terong mulai berbuah setelah tanam?
Terong mulai berbunga pada umur 30-40 hari setelah tanam (HST) dan buah pertama siap panen pada umur 60-80 HST tergantung varietas. Varietas genjah (cepat) seperti Mustang F1 bisa dipanen umur 55-60 HST, sementara varietas lokal bisa 70-80 HST. Setelah panen pertama, tanaman akan terus berbuah setiap 5-10 hari selama 3-5 bulan.
Mengapa bunga terong saya rontok dan tidak menjadi buah?
Penyebab utama bunga rontok: (1) Suhu terlalu tinggi >35°C atau terlalu rendah <15°C - naungi dengan paranet jika perlu. (2) Kelembaban terlalu tinggi >85% saat penyerbukan. (3) Kekurangan boron dan kalium - tambahkan pupuk boron 1 g/10 liter saat berbunga. (4) Stress air - jaga penyiraman konsisten. (5) Serangan hama trips atau kutu yang merusak bunga. Terong melakukan penyerbukan sendiri (self-pollinating) dengan bantuan angin dan getaran, jadi pastikan sirkulasi udara baik.
Apakah terong bisa ditanam di pot atau polybag?
Ya, terong sangat cocok ditanam di pot minimal diameter 35-40 cm dengan volume tanah 10-15 liter. Gunakan media tanam campuran tanah + kompos + sekam bakar/arang sekam (1:1:1). Pilih varietas kompak seperti terong bulat (terong telunjuk) atau terong Jepang yang tidak terlalu tinggi. Letakkan pot di lokasi terkena sinar matahari minimal 6 jam. Beri pupuk NPK 16-16-16 setiap 2 minggu (1 sendok teh per pot). Siram 2 kali sehari saat cuaca panas. Pot harus memiliki lubang drainase yang cukup.
Bagaimana cara membedakan terong siap panen?
Ciri terong siap panen: (1) Ukuran buah sudah maksimal sesuai varietas (terong ungu 15-25 cm, terong bulat diameter 5-7 cm). (2) Warna kulit mengilap sempurna (tidak kusam). (3) Daging buah masih padat saat ditekan perlahan (tidak lembek). (4) Biji di dalam buah masih berwarna putih atau krem (jika sudah hitam berarti terlalu tua). (5) Tangkai buah mudah dipotong. Panen sebaiknya dilakukan pagi hari saat buah masih segar. Jangan menunggu terlalu lama karena buah yang terlalu tua akan berserat dan berbiji keras.
Mengapa terong saya pahit dan bagaimana cara menguranginya?
Rasa pahit pada terong disebabkan oleh senyawa solanin yang meningkat karena: (1) Terong terlalu tua dipanen - panen saat masih muda. (2) Tanaman stres kekeringan - jaga penyiraman. (3) Suhu terlalu tinggi saat buah berkembang. (4) Varietas tertentu secara alami lebih pahit. Cara mengurangi: iris terong, taburi garam kasar, diamkan 15-30 menit hingga keluar cairan coklat, bilas dengan air bersih. Garam menarik solanin dan mengurangi penyerapan minyak saat digoreng. Rendam dalam air garam 10% selama 15 menit juga efektif.
Bagaimana cara mengatasi terong yang diserang kutu daun?
Kutu daun (Aphis gossypii) adalah hama paling umum pada terong. Penanganan bertahap: (1) Semprot air bertekanan tinggi ke bagian bawah daun untuk mengusir kutu secara mekanis. (2) Semprot larutan sabun insektisida (20 ml sabun cair + 1 liter air) setiap 3-4 hari. (3) Gunakan neem oil 5 ml + 1 tetes sabun per liter air, semprot 2 kali seminggu. (4) Untuk serangan berat, gunakan insektisida berbahan aktif imidakloprid (0.5 ml/liter) dengan interval 7 hari. (5) Tanam refugia bunga kenikir atau tagetes di sekitar lahan untuk menarik predator alami seperti kumbang kepik.
Kapan waktu terbaik menanam terong di Indonesia?
Waktu tanam terbaik di Indonesia adalah awal musim kemarau (Maret-Mei) karena risiko penyakit lebih rendah dan buah berkualitas baik. Alternatif kedua awal musim hujan (September-Oktober) dengan catatan menggunakan bedengan tinggi dan drainase optimal. Hindari tanam puncak musim hujan (Desember-Januari) karena risiko tinggi layu bakteri dan busuk buah. Di dataran tinggi (>600 mdpl), tanam lebih baik di musim kemarau (April-Agustus) karena suhu malam yang dingin dapat menghambat pertumbuhan.
Berapa jarak tanam ideal untuk terong?
Jarak tanam terong tergantung varietas dan kesuburan tanah: (1) Varietas tinggi/cabang banyak: 70 x 100 cm (populasi ~14.000 tanaman/ha). (2) Varietas sedang: 60 x 80 cm (~20.000 tanaman/ha). (3) Varietas kompak (terong bulat): 50 x 60 cm (~33.000 tanaman/ha). (4) Di pot individu: cukup 1 tanaman per pot diameter 40 cm. Jarak tanam yang terlalu rapat menyebabkan persaingan nutrisi dan sirkulasi udara buruk yang memicu penyakit. Jarak terlalu lebar membuang lahan produktif.
Kesimpulan
Terong (Solanum melongena) adalah tanaman yang memiliki potensi besar untuk dibudidayakan di Indonesia. Dengan memahami teknik budidaya, perawatan, dan penanganan hama yang tepat, Anda dapat memperoleh manfaat maksimal dari tanaman ini. Mulailah menanam Terong dan nikmati berbagai keuntungannya.
Sumber: Data botani, literatur pertanian, dan tinjauan tim Tanam Pedia Team.
Tips Sukses Menanam Terong
Terong butuh sinar matahari penuh 6-8 jam per hari. Siram 1-2 liter per tanaman setiap pagi, kurangi saat musim hujan. Pupuk NPK 15-15-15 setiap 2 minggu (1 sendok teh per tanaman) bergantian dengan pupuk organik cair. Beri mulsa jerami atau sekam setebal 5-7 cm untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma. Pangkas tunas air di ketiak daun dan daun tua di bagian bawah untuk sirkulasi udara. Pasang ajir bambu saat tanaman tinggi 40 cm. Lakukan pengikatan batang ke ajir dengan tali rafia longgar agar tidak melukai batang. Periksa tanaman setiap 2-3 hari untuk deteksi dini hama dan penyakit. Semprot insektisida nabati (neem oil + sabun) setiap 10 hari sebagai pencegahan. Beri pupuk kalium setelah panen pertama untuk mempercepat pembungaan dan pembuahan berikutnya.
Langkah Utama Menanam
1. **Persiapan Lahan**: Pilih lahan terkena sinar matahari penuh dengan drainase baik. Bersihkan gulma dan sisa tanaman. Gemburkan tanah dengan cangkul sedalam 30-40 cm. Buat bedengan lebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm (lebih tinggi di musim hujan), panjang sesuai lahan. Taburkan pupuk kandang matang 3-5 kg per meter persegi atau kompos 2-3 kg per m2. Tambahkan dolomit 1-2 kg per m2 jika pH tanah di bawah 5.5. Aduk rata dengan tanah, biarkan 5-7 hari sebelum tanam. 2. **Pemilihan dan Penyemaian Bibit**: Pilih varietas terong sesuai selera dan kondisi lahan. Untuk hasil maksimal, gunakan benih hibrida F1 seperti Mustang F1, Antaboga F1, atau Yumi F1. Rendam benih dalam air hangat (50°C) selama 30 menit untuk mematahkan dormansi dan membunuh patogen permukaan. Semai di tray semai atau polybag kecil (5x8 cm) berisi campuran tanah + arang sekam + kompos (1:1:1). Letakkan di tempat teduh dan siram 2 kali sehari. Setelah 4-6 minggu atau saat bibit memiliki 4-5 daun sejati, bibit siap dipindah ke lahan. 3. **Penanaman**: Lakukan penanaman di sore hari (pukul 15.00-17.00) untuk mengurangi stres tanaman. Jarak tanam ideal: 60-70 cm antar tanaman dalam baris, 80-100 cm antar baris (populasi 12.000-14.000 tanaman per hektar). Buat lubang tanam sedalam 7-10 cm. Beri 1 sendok makan pupuk NPK 15-15-15 di dasar lubang, tutup tipis dengan tanah. Tanam bibit hingga batas leher akar, padatkan tanah di sekitar pangkal. Siram dengan air 500 ml per tanaman. Beri naungan sementara dari daun pisang atau paranet 50% selama 3-5 hari untuk adaptasi. 4. **Penyiraman**: Siram setiap pagi (pukul 06.00-08.00) dengan volume 1-2 liter per tanaman pada fase vegetatif. Saat buah mulai terbentuk, kurangi menjadi 0.5-1 liter per tanaman. Pastikan tanah lembab tapi tidak tergenang. Di musim kemarau, siram 2 kali sehari. Sistem irigasi tetes (drip irrigation) paling disarankan untuk efisiensi air dan mencegah penyakit daun. Jika menggunakan selang, siram di pangkal batang, jangan mengenai daun untuk mencegah penyakit jamur. 5. **Pemupukan**: Beri pupuk dasar NPK 15-15-15 (1 sendok teh per tanaman) pada umur 7, 14, 21, 35, 49, dan 63 hari setelah tanam. Tambahkan pupuk organik cair (POC) setiap minggu bergantian dengan NPK. Saat mulai berbunga (umur 30-40 HST), tambahkan pupuk KNO3 (kalium nitrat) 2 g per liter air seminggu sekali untuk merangsang pembentukan buah. Kocor pupuk di sekitar zona perakaran, jangan terkena batang. Di fase produksi buah, beri pupuk NPK 16-16-16 atau pupuk khusus buah. 6. **Pemangkasan dan Perawatan**: Pangkas tunas air (sucker) yang tumbuh di ketiak daun setiap 7-10 hari. Pangkas daun bagian bawah yang sudah tua atau menguning hingga ketinggian 30 cm dari tanah. Sisakan 2-3 cabang utama untuk hasil optimal. Pasang ajir bambu setinggi 100-120 cm saat tanaman umur 3-4 minggu, ikat batang utama dengan tali rafia longgar. Kendalikan gulma dengan penyiangan manual atau herbisida pra-tumbuh. Kocorkan Trichoderma harzianum (10 g per liter) setiap 2 bulan untuk menjaga kesehatan akar. 7. **Panen dan Pascapanen**: Terong mulai bisa dipanen pada umur 60-80 HST tergantung varietas. Ciri-ciri siap panen: buah telah mencapai ukuran maksimal varietasnya, warna kulit mengilap sempurna (sesuai varietas), daging buah masih padat saat ditekan, dan biji di dalam masih putih (belum keras). Potong tangkai buah dengan gunting atau pisau tajam, sisakan tangkai 1-2 cm pada buah. Panen setiap 3-5 hari untuk merangsang pembentukan buah baru. Produktivitas: 1.5-3 kg per tanaman atau 20-40 ton per hektar per musim (4-6 bulan). Sortasi buah berdasarkan ukuran dan kualitas. Penyimpanan: suhu 10-12°C dengan kelembaban 90-95% dapat bertahan 1-2 minggu.
🍎 Manfaat & Kegunaan
Antioksidan nasunin melindungi sel otak dan meningkatkan fungsi kognitif
Serat tinggi (3 g/100g) melancarkan pencernaan dan mengontrol gula darah
Menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung berkat asam klorogenat
Kalium membantu mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung
Rendah kalori (25 kcal/100g) cocok untuk diet dan pengelolaan berat badan
Mengandung vitamin B6 dan folat yang mendukung fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah
Sumber mangan (11% DV) yang penting untuk metabolisme tulang dan jaringan ikat
🐛 Hama & Penyakit Umum
Kutu Daun (Aphis gossypii) +
Gejala: Daun menguning, keriting, dan menggulung ke dalam. Tanaman tumbuh kerdil. Terlihat koloni kutu kecil hijau/kuning di bawah daun dan pucuk. Muncul embun madu (cairan lengket) yang ditumbuhi jamur jelaga hitam. Kutu daun juga menularkan virus mosaik yang menyebabkan daun belang-belang.
Pengendalian: Semprot larutan sabun insektisida 2% (20 ml sabun cair per liter air) setiap 3-4 hari selama 2 minggu. Alternatif: neem oil 5 ml + 1 tetes sabun per liter air, semprot 2 kali seminggu. Jika serangan berat, gunakan insektisida berbahan aktif imidakloprid atau permetrin sesuai dosis.
Pencegahan: Tanam tanaman refugia di sekitar lahan (kenikir, bunga matahari, tagetes) untuk menarik musuh alami seperti kumbang Coccinellidae (kepik) dan lalat syrphid. Semprot rutin dengan ekstrak daun pepaya atau bawang putih setiap minggu. Jaga kebersihan lahan dari gulma.
Ulat Buah (Helicoverpa armigera) +
Gejala: Lubang kecil pada buah yang membesar seiring waktu. Ulat berwarna hijau kecoklatan dengan garis-garis di tubuh masuk ke dalam buah dan memakan daging buah dari dalam. Buah berlubang, busuk, dan rontok sebelum matang. Kotoran ulat berwarna hitam kecil sering terlihat di sekitar lubang masuk.
Pengendalian: Petik dan kumpulkan buah terserang lalu bakar/dikubur. Semprot Bacillus thuringiensis (Bt) 2 g per liter air setiap 5-7 hari saat sore hari. Pasang perangkap feromon seks untuk ngengat dewasa (5-10 perangkap per hektar). Gunakan insektisida spinosad atau klorantraniliprol jika serangan di atas ambang ekonomi.
Pencegahan: Pasang mulsa plastik hitam perak untuk memantulkan sinar UV yang mengganggu ngengat. Lakukan rotasi tanaman dengan non-Solanaceae (kacang-kacangan, kubis). Tanam varietas tahan atau umpan perangkap (jagung) di sekeliling lahan. Lepaskan Trichogramma (parasitoid telur) secara periodik.
Lalat Buah (Bactrocera dorsalis) +
Gejala: Buah berbintik hitam kecil (bekas tusukan ovipositor lalat betina). Daging buah membusuk dan berlendir di sekitar tusukan. Larva putih kecil (belatung) hidup di dalam buah. Buah menguning prematur dan gugur. Saat buah dibelah, terlihat larva kecil bergerak di dalam daging buah.
Pengendalian: Bungkus buah muda dengan kantong plastik/kertas koran sejak umur 2-3 minggu setelah bunga mekar. Pasang perangkap Metil Eugenol (20-30 perangkap per hektar). Kumpulkan dan kubur semua buah jatuh sedalam 50 cm. Semprot insektisida nabati ekstrak daun sirsak atau biji mimba setiap minggu.
Pencegahan: Sanitasi lahan: kumpulkan dan musnahkan semua buah jatuh setiap hari. Pasang perangkap likat kuning di sekitar lahan. Tanam tanaman penghalang seperti kemangi atau serai wangi di sekeliling bedengan. Lakukan panen tepat waktu, jangan biarkan buah terlalu matang di pohon.
Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum) +
Gejala: Daun layu mendadak pada siang hari dan pulih di malam hari, kemudian layu permanen dalam 3-5 hari. Irisan batang mengeluarkan lendir bakteri putih susu saat direndam air. Akar dan pangkal batang berwarna coklat kehitaman. Tanaman mati dalam 7-14 hari setelah gejala pertama muncul. Penyakit ini sangat merusak karena bakteri bertahan di tanah bertahun-tahun.
Pengendalian: Cabut dan bakar tanaman sakit beserta akarnya. Taburkan kapur dolomit (2 ton/ha) untuk menaikkan pH tanah. Aplikasi bakteri antagonis Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis di sekitar perakaran. Jika parah, lakukan solarisasi tanah (menutup lahan basah dengan plastik transparan selama 4-6 minggu di musim panas).
Pencegahan: Gunakan bibit bersertifikat bebas patogen atau hasil perbanyakan kultur jaringan. Lakukan rotasi tanaman dengan padi atau jagung minimal 2 tahun. Pastikan drainase baik, jangan sampai tergenang. Cangkok batang terong pada batang bawah tomat tahan layu (eg. varietas Hawai 7996). Gunakan biofungisida Trichoderma pada media tanam.
Busuk Buuh (Phytophthora capsici / Colletotrichum spp.) +
Gejala: Bercak coklat kehitaman pada buah yang meluas dan membusuk. Pada serangan Colletotrichum, muncul bercak bulat cekung berwarna coklat dengan tepi kuning. Pada Phytophthora, buah busuk lunak berair dengan pertumbuhan jamur putih. Busuk menjalar ke tangkai dan bagian buah lain. Buah yang terserang mengering dan mengerut.
Pengendalian: Buang dan musnahkan buah yang menunjukkan gejala awal. Semprot fungisida tembaga (Cupravit/Cobox) 2 g per liter air setiap 5-7 hari. Untuk Colletotrichum, gunakan fungisida berbahan aktif benomil atau karbendazim. Untuk Phytophthora, fungisida metalaksil atau fosetil-Al lebih efektif. Pastikan penyemprotan merata ke seluruh bagian tanaman.
Pencegahan: Jaga kelembaban lahan tidak terlalu tinggi dengan pengaturan jarak tanam yang baik. Hindari penyiraman yang mengenai buah dan daun. Beri mulsa jerami atau plastik untuk mencegah percikan tanah ke buah. Lakukan perempelan daun bawah untuk meningkatkan sirkulasi udara. Rotasi tanaman dengan famili berbeda selama 2-3 tahun.
Tungau Merah (Tetranychus urticae) +
Gejala: Daun berbintik kuning keperakan (stippling) di permukaan atas. Jaring halus seperti sarang laba-laba di bawah daun. Daun menguning, mengering, dan gugur. Pertumbuhan tanaman terhambat. Populasi tinggi menyebabkan daun terbakar (bronzing). Tungau sangat kecil (0.5 mm) berwarna merah atau hijau kekuningan, sulit dilihat mata telanjang.
Pengendalian: Semprot air bertekanan tinggi ke bawah daun untuk mengusir tungau. Aplikasi akarisida berbahan aktif abamektin 2 ml per liter air setiap 5-7 hari. Alternatif nabati: ekstrak daun mimba 50 g/L atau ekstrak bawang putih 100 g/L. Lepaskan predator Amblyseius atau Phytoseiulus sebagai pengendali hayati.
Pencegahan: Jaga kelembaban tanah dan udara cukup tinggi dengan mulsa dan penyiraman teratur. Semprot underside daun dengan air setiap 2-3 hari pada musim kemarau. Tanam tanaman refugia yang menghasilkan nektar untuk predator. Hindari penggunaan insektisida spektrum luas yang membunuh predator alami.
❓ Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa lama terong mulai berbuah setelah tanam? +
Mengapa bunga terong saya rontok dan tidak menjadi buah? +
Apakah terong bisa ditanam di pot atau polybag? +
Bagaimana cara membedakan terong siap panen? +
Mengapa terong saya pahit dan bagaimana cara menguranginya? +
Bagaimana cara mengatasi terong yang diserang kutu daun? +
Kapan waktu terbaik menanam terong di Indonesia? +
Berapa jarak tanam ideal untuk terong? +
Informasi Singkat
- 🎯 Tingkat Kesulitan Pemula
- ⏳ Waktu Panen 60-80 Hari Setelah Tanam
- Kategori