Mangga
Mangifera indica

Deskripsi Singkat
Mangga (Mangifera indica L.) adalah buah tropis tahunan dari keluarga Anacardiaceae yang telah dibudidayakan selama lebih dari 4.000 tahun di Asia Selatan. Pohon mangga menghasilkan buah batu (drupa) dengan daging buah tebal, berwarna kuning hingga oranye, beraroma khas, dan memiliki rasa manis bervariasi tergantung varietas. Buah ini kaya akan vitamin A, C, antioksidan flavonoid, dan serat pangan yang mendukung kesehatan pencernaan dan imunitas tubuh.
Mengenal Mangga
Mangga (Mangifera indica) merupakan tanaman Buah, Buah Pohon yang telah lama dikenal di Indonesia. Mangga (Mangifera indica L.) adalah buah tropis tahunan dari keluarga Anacardiaceae yang telah dibudidayakan selama lebih dari 4.000 tahun di Asia Selatan. Pohon mangga menghasilkan buah batu (drupa) dengan daging buah tebal, berwarna kuning hingga oranye, beraroma khas, dan memiliki rasa manis bervariasi tergantung varietas. Buah ini kaya akan vitamin A, C, antioksidan flavonoid, dan serat pangan yang mendukung kesehatan pencernaan dan imunitas tubuh. Tanaman ini memiliki beragam manfaat, menjadikannya pilihan populer bagi pekebun rumahan maupun petani komersial.
Syarat Tumbuh dan Budidaya Mangga
Mangga membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai untuk tumbuh optimal. Berikut adalah panduan budidaya Mangga:
- Pilih lokasi dengan pencahayaan yang sesuai
- Siapkan media tanam yang subur dan gembur
- Pastikan drainase air yang baik
- Lakukan penyiraman secara teratur
- Berikan pupuk sesuai kebutuhan
Pemilihan dan Persiapan Bibit Unggul: Pilih bibit mangga hasil sambung pucuk (grafting) atau okulasi (budding) dari pohon induk bersertifikat yang bebas hama dan penyakit. Bibit ideal berumur 8-12 bulan, tinggi 50-100 cm, diameter batang 1-2 cm, memiliki minimal 3 cabang lateral, dan daun hijau segar. Aklimatisasi bibit selama 1-2 minggu di lokasi tanam dengan naungan 50% sebelum ditanam di lahan. Persiapan Lahan dan Lubang Tanam: Bersihkan lahan dari gulma, batu, dan sisa tanaman. Buat lubang tanam berukuran 60x60x60 cm minimal 2 minggu sebelum tanam. Pisahkan tanah galian bagian atas (topsoil) dan bawah. Campur tanah galian dengan pupuk kandang matang 15-20 kg dan dolomit 200-300 gram per lubang. Biarkan lubang terbuka selama 1-2 minggu untuk mengurangi keasaman tanah. Penanaman Bibit: Tanam bibit pada awal musim hujan (Oktober-Desember). Letakkan bibit tepat di tengah lubang tanam dengan kedalaman sama seperti saat di polybag. Timbun dengan campuran topsoil dan pupuk kandang, padatkan perlahan agar akar kontak dengan tanah. Buat rumpunan tanah di sekeliling batang untuk menampung air. Pasang ajir bambu setinggi 1 meter di sisi timur pohon. Siram 5-10 liter air setiap bibit. Beri naungan sementara dari daun kelapa selama 1-2 bulan. Pemupukan Dasar dan Rutin: Beri pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 100-200 gram per pohon saat tanam, kemudian ulangi setiap 3-4 bulan dengan dosis meningkat sesuai umur. Pada tahun ke-2: 300-500 gram NPK. Tahun ke-3: 500-800 gram NPK. Beri pupuk organik (kompos/pupuk kandang) 10-20 kg per pohon setiap 6 bulan. Pada fase pembungaan (Juni-Agustus), beri pupuk tinggi P dan K seperti TSP 200 gram + KCl 300 gram per pohon. Kurangi pupuk N untuk merangsang bunga. Penyiraman dan Irigasi: Siram secara teratur 2-3 kali seminggu dengan volume 20-30 liter per pohon pada musim kemarau. Pada musim hujan, kurangi atau hentikan penyiraman. Gunakan sistem irigasi tetes (drip irrigation) untuk efisiensi air dan mencegah kelembaban berlebih pada daun. Mulsa organik dari jerami atau serbuk gergaji setebal 5-10 cm di sekitar pangkal batang membantu mempertahankan kelembaban tanah. Pemangkasan dan Pembentukan Tajuk: Lakukan pemangkasan bentuk pada pohon berumur 1-3 tahun dengan memotong ujung batang utama pada ketinggian 1,5-2 meter agar percabangan melebar. Pilih 3-4 cabang utama dengan arah menyebar. Setelah pohon dewasa, lakukan pemangkasan pemeliharaan setiap 6 bulan: buang cabang sakit, mati, silang, dan cabang air (water sprout). Pemangkasan intensif dilakukan setelah panen untuk merangsang pertumbuhan tunas produktif musim berikutnya. Perangsangan Pembungaan: Untuk merangsang pembungaan serempak, lakukan teknik cekaman air (stress drought) selama 1-2 bulan sebelum musim bunga (April-Mei). Hentikan penyiraman total hingga daun mulai layu dan menggulung. Setelah itu, beri pupuk KNO3 (kalium nitrat) 2-3 kg per pohon atau semprot KNO3 1% pada daun. Aplikasi paklobutrazol (pengatur tumbuh tanaman) dengan dosis 5-10 ml per meter diameter tajuk dapat merangsang bunga keluar serempak. Pemanasan batang (stem heating) dengan mengupas sedikit kulit batang juga efektif. Pembungkusan Buah: Bungkus setiap buah dengan kantong plastik transparan berdiameter 15x20 cm yang dilubangi di keempat sudut (untuk aerasi) saat buah berumur 40-50 hari setelah bunga mekar (ukuran buah 3-4 cm). Ikat kencang di tangkai. Pembungkusan melindungi dari lalat buah, burung, kelelawar, dan cacat fisik. Lepas kantong 3-5 hari sebelum panen agar warna buah berkembang optimal. Perawatan Masa Produktif: Lakukan pengendalian gulma secara manual atau herbisida selektif setiap 2-3 bulan. Beri pupuk susulan NPK 500-800 gram + KNO3 200 gram per pohon pada awal dan akhir musim hujan. Lakukan penjarangan buah (fruit thinning) dengan menyisakan 1-2 buah per tandan untuk ukuran buah optimal. Buang buah yang cacat atau terserang hama. Pantau tanda-tanda kekurangan unsur hara melalui warna daun dan pertumbuhan tunas. Panen dan Pasca Panen: Panen saat buah menunjukkan tanda matang fisiologis: kulit berubah warna, daging buah mulai lunak, dan aroma khas muncul. Untuk mangga Arumanis, panen saat ujung buah masih hijau tetapi pangkal mulai menguning (70-80% matang). Gunakan galah bambu dengan keranjang jaring atau tangga panen. Potong tangkai buah 5-10 cm dari pangkal untuk mencegah getah menetes ke kulit buah. Sortasi berdasarkan ukuran dan tingkat kematangan. Cuci bersih, lap kering, dan beri lapisan lilin (food grade wax) untuk memperpanjang kesegaran. Simpan pada suhu 13-15°C dengan kelembaban 85-90% untuk daya simpan 2-4 minggu.
Manfaat dan Kegunaan Mangga
Mangga memiliki beragam manfaat yang telah dikenal masyarakat:
- Sumber vitamin A dan beta-karoten tinggi untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah rabun senja.
- Vitamin C dalam mangga memperkuat sistem imun tubuh dan membantu penyerapan zat besi.
- Serat larut dan tidak larut dalam mangga melancarkan pencernaan dan mencegah konstipasi.
- Kandungan antioksidan seperti quercetin, mangiferin, dan astragalin melawan radikal bebas penyebab penuaan dini.
- Kalium dalam mangga membantu mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung.
- Enzim amilase dalam mangga membantu memecah karbohidrat kompleks menjadi gula sederhana, memudahkan pencernaan.
Tips Perawatan
Agar Mangga tumbuh dengan baik, berikut beberapa tips perawatan yang perlu diperhatikan:
- Siram secara teratur tetapi jangan berlebihan
- Berikan pupuk organik setiap 2-4 minggu
- Pangkas daun atau cabang yang kering
- Pastikan sinar matahari yang cukup
- Lakukan repotting jika tanaman sudah terlalu besar
Pastikan pohon mendapat sinar matahari penuh, siram rutin saat musim kemarau, beri pupuk kandang setiap 6 bulan, dan pangkas cabang mati.
Hama dan Penyakit
Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang Mangga antara lain:
- Lalat Buah (Bactrocera dorsalis)
- Kutu Putih (Pseudococcus citri)
- Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides)
- Jamur Jelaga (Capnodium mangiferae)
- Bercak Daun (Phoma mangiferae)
- Penggerek Batang (Batocera rufomaculata)
FAQ Seputar Mangga
Berapa lama pohon mangga mulai berbuah setelah tanam?
Pohon mangga dari bibit sambung pucuk atau okulasi mulai berbuah dalam 2-4 tahun setelah tanam. Bibit dari biji (seedling) tanpa sambung membutuhkan 6-10 tahun dan kualitas buah tidak menentu. Faktor yang memengaruhi: varietas, iklim, pemupukan, dan teknik perangsangan bunga.
Apa penyebab pohon mangga tidak berbunga meskipun sudah besar?
Penyebab utama: (1) Kelebihan pupuk nitrogen (N) sehingga pohon fokus pada pertumbuhan vegetatif. (2) Tidak ada musim kemarau yang cukup panjang untuk merangsang stress air. (3) Pohon terlalu rimbun sehingga percabangan tidak mendapat sinar matahari cukup. (4) Usia pohon belum matang fisiologis. Solusi: kurangi pupuk N, hentikan penyiraman 6-8 minggu, lakukan pemangkasan, dan aplikasi KNO3 atau paklobutrazol.
Bagaimana cara membedakan mangga Arumanis asli dan palsu?
Mangga Arumanis asli memiliki ciri: bentuk buah agak lonjong dengan pangkal tumpul dan ujung runcing, kulit hijau dengan semburat kuning di ujung saat matang, daging buah kuning cerah dan hampir tanpa serat, rasa sangat manis dengan aroma harum khas, dan biji tipis (kecil). Biji yang tebal dan besar menandakan bukan Arumanis asli. Pastikan membeli bibit dari penangkar bersertifikat.
Kapan waktu yang tepat untuk memupuk pohon mangga?
Pemupukan dilakukan 3 kali dalam setahun: (1) Akhir musim hujan (Maret-April) dengan NPK 15-15-15 untuk mendukung pertumbuhan vegetatif setelah panen. (2) Awal musim kemarau (Juni-Juli) dengan pupuk tinggi P dan K (TSP+KCl) untuk merangsang pembungaan. (3) Awal musim hujan (Oktober-November) dengan pupuk organik 10-20 kg per pohon untuk memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi jangka panjang.
Apa saja jenis pupuk organik yang cocok untuk pohon mangga?
Pupuk organik yang paling efektif untuk mangga: (1) Pupuk kandang sapi/kerbau yang sudah matang (fermentasi minimal 3 bulan), mengandung N 0,4-0,5%, P 0,2-0,3%, K 0,5-0,6%. (2) Kompos dari limbah pertanian (jerami, sekam, dedaunan). (3) Pupuk kandang ayam (kandungan N lebih tinggi, gunakan hati-hati tidak berlebihan). (4) Pupuk hijau dari tanaman legum seperti lamtoro atau glirisidia yang ditanam di sekitar pohon. (5) Vermikompos (kascing) dari budidaya cacing tanah. Dosis pupuk organik: 10-20 kg per pohon setiap 6 bulan.
Bagaimana cara mengatasi busuk akar pada pohon mangga?
Busuk akar (root rot) umumnya disebabkan oleh jamur Phytophthora atau Fusarium akibat drainase buruk. Langkah penanganan: (1) Hentikan penyiraman dan perbaiki drainase tanah dengan membuat saluran air. (2) Gali tanah di sekitar pangkal akar dan potong akar yang busuk (berwarna coklat kehitaman, berlendir). (3) Beri fungisida organik berbahan Trichoderma sp. atau Bacillus subtilis. (4) Taburkan kapur dolomit di sekitar pangkal batang untuk menaikkan pH. (5) Jika pohon masih muda, pindahkan ke lokasi dengan drainase lebih baik. Pencegahan: tanam di tanah berpasir atau buat guludan tinggi, hindari genangan air.
Apakah mangga bisa ditanam di pot untuk skala rumahan?
Mangga bisa ditanam dalam pot besar (diameter minimal 60 cm, volume 80-100 liter) dengan syarat: (1) Pilih varietas kompak seperti Mangga Irwin atau Mangga Manalagi yang pertumbuhannya lebih terkendali. (2) Gunakan media tanam campuran tanah, pupuk kandang, sekam bakar (3:2:1). (3) Lakukan pemangkasan rutin untuk menjaga tinggi pohon maksimal 2-2,5 meter. (4) Letakkan di lokasi terkena sinar matahari minimal 6 jam per hari. (5) Pupuk NPK 100-150 gram setiap 2 bulan. (6) Ganti media tanam setiap 2 tahun. Produksi pot mencapai 5-15 buah per pohon per tahun.
Apa keuntungan menggunakan bibit mangga sambung pucuk dibanding biji?
Keuntungan bibit sambung pucuk (grafting): (1) Berbuah lebih cepat (2-3 tahun vs 6-10 tahun dari biji). (2) Sifat buah identik dengan pohon induk (rasa, ukuran, warna, aroma pasti sama). (3) Pohon lebih pendek (3-5 meter) sehingga mudah perawatan dan panen. (4) Sistem akar lebih kuat karena menggunakan batang bawah yang tahan terhadap penyakit tanah. (5) Produksi buah lebih konsisten dan seragam. (6) Tingkat keberhasilan lebih tinggi di berbagai jenis tanah. Kekurangan: harga bibit lebih mahal (Rp 25.000-50.000 vs biji gratis) dan ketersediaan terbatas.
Bagaimana cara mengolah mangga muda agar tidak sepat?
Mangga muda (mengkal) mengandung asam oksalat dan tanin yang menyebabkan rasa sepat. Cara mengurangi sepatt: (1) Rendam irisan mangga dalam air garam (1 sdm garam per liter air) selama 15-30 menit, lalu bilas. (2) Rendam dalam air kapur sirih (1 sdm kapur sirih per liter air) selama 10-15 menit, cuci bersih. (3) Rendam dalam air hangat (50-60°C) selama 5 menit. (4) Untuk rujak, cuci mangga dengan air garam dan gula agar rasa sepat tertutup manis-asin. (5) Untuk manisan, fermentasi dengan garam semalaman sebelum direndam gula.
Apa penyebab buah mangga retak-retak sebelum matang?
Buah mangga retak (fruit cracking) disebabkan oleh: (1) Fluktuasi penyiraman ekstrem - tanah kering lalu diguyur hujan atau disiram berlebihan menyebabkan air diserap terlalu cepat dan daging buah mengembang melebihi elastisitas kulit. (2) Defisiensi kalsium dan boron - unsur ini penting untuk kekuatan dinding sel kulit buah. (3) Serangan hama pengisap seperti thrips yang melukai kulit buah. (4) Paparan sinar matahari langsung berlebihan (sunburn). Solusi: siram secara teratur dan konsisten, beri pupuk kalsit (CaCO3) 200-300 gram per pohon dua kali setahun, dan hindari pembukaan tajuk berlebihan.
Kesimpulan
Mangga (Mangifera indica) adalah tanaman yang memiliki potensi besar untuk dibudidayakan di Indonesia. Dengan memahami teknik budidaya, perawatan, dan penanganan hama yang tepat, Anda dapat memperoleh manfaat maksimal dari tanaman ini. Mulailah menanam Mangga dan nikmati berbagai keuntungannya.
Sumber: Data botani, literatur pertanian, dan tinjauan tim Tanam Pedia Team.
Tips Sukses Menanam Mangga
Pastikan pohon mendapat sinar matahari penuh, siram rutin saat musim kemarau, beri pupuk kandang setiap 6 bulan, dan pangkas cabang mati.
Langkah Utama Menanam
Pemilihan dan Persiapan Bibit Unggul: Pilih bibit mangga hasil sambung pucuk (grafting) atau okulasi (budding) dari pohon induk bersertifikat yang bebas hama dan penyakit. Bibit ideal berumur 8-12 bulan, tinggi 50-100 cm, diameter batang 1-2 cm, memiliki minimal 3 cabang lateral, dan daun hijau segar. Aklimatisasi bibit selama 1-2 minggu di lokasi tanam dengan naungan 50% sebelum ditanam di lahan. Persiapan Lahan dan Lubang Tanam: Bersihkan lahan dari gulma, batu, dan sisa tanaman. Buat lubang tanam berukuran 60x60x60 cm minimal 2 minggu sebelum tanam. Pisahkan tanah galian bagian atas (topsoil) dan bawah. Campur tanah galian dengan pupuk kandang matang 15-20 kg dan dolomit 200-300 gram per lubang. Biarkan lubang terbuka selama 1-2 minggu untuk mengurangi keasaman tanah. Penanaman Bibit: Tanam bibit pada awal musim hujan (Oktober-Desember). Letakkan bibit tepat di tengah lubang tanam dengan kedalaman sama seperti saat di polybag. Timbun dengan campuran topsoil dan pupuk kandang, padatkan perlahan agar akar kontak dengan tanah. Buat rumpunan tanah di sekeliling batang untuk menampung air. Pasang ajir bambu setinggi 1 meter di sisi timur pohon. Siram 5-10 liter air setiap bibit. Beri naungan sementara dari daun kelapa selama 1-2 bulan. Pemupukan Dasar dan Rutin: Beri pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 100-200 gram per pohon saat tanam, kemudian ulangi setiap 3-4 bulan dengan dosis meningkat sesuai umur. Pada tahun ke-2: 300-500 gram NPK. Tahun ke-3: 500-800 gram NPK. Beri pupuk organik (kompos/pupuk kandang) 10-20 kg per pohon setiap 6 bulan. Pada fase pembungaan (Juni-Agustus), beri pupuk tinggi P dan K seperti TSP 200 gram + KCl 300 gram per pohon. Kurangi pupuk N untuk merangsang bunga. Penyiraman dan Irigasi: Siram secara teratur 2-3 kali seminggu dengan volume 20-30 liter per pohon pada musim kemarau. Pada musim hujan, kurangi atau hentikan penyiraman. Gunakan sistem irigasi tetes (drip irrigation) untuk efisiensi air dan mencegah kelembaban berlebih pada daun. Mulsa organik dari jerami atau serbuk gergaji setebal 5-10 cm di sekitar pangkal batang membantu mempertahankan kelembaban tanah. Pemangkasan dan Pembentukan Tajuk: Lakukan pemangkasan bentuk pada pohon berumur 1-3 tahun dengan memotong ujung batang utama pada ketinggian 1,5-2 meter agar percabangan melebar. Pilih 3-4 cabang utama dengan arah menyebar. Setelah pohon dewasa, lakukan pemangkasan pemeliharaan setiap 6 bulan: buang cabang sakit, mati, silang, dan cabang air (water sprout). Pemangkasan intensif dilakukan setelah panen untuk merangsang pertumbuhan tunas produktif musim berikutnya. Perangsangan Pembungaan: Untuk merangsang pembungaan serempak, lakukan teknik cekaman air (stress drought) selama 1-2 bulan sebelum musim bunga (April-Mei). Hentikan penyiraman total hingga daun mulai layu dan menggulung. Setelah itu, beri pupuk KNO3 (kalium nitrat) 2-3 kg per pohon atau semprot KNO3 1% pada daun. Aplikasi paklobutrazol (pengatur tumbuh tanaman) dengan dosis 5-10 ml per meter diameter tajuk dapat merangsang bunga keluar serempak. Pemanasan batang (stem heating) dengan mengupas sedikit kulit batang juga efektif. Pembungkusan Buah: Bungkus setiap buah dengan kantong plastik transparan berdiameter 15x20 cm yang dilubangi di keempat sudut (untuk aerasi) saat buah berumur 40-50 hari setelah bunga mekar (ukuran buah 3-4 cm). Ikat kencang di tangkai. Pembungkusan melindungi dari lalat buah, burung, kelelawar, dan cacat fisik. Lepas kantong 3-5 hari sebelum panen agar warna buah berkembang optimal. Perawatan Masa Produktif: Lakukan pengendalian gulma secara manual atau herbisida selektif setiap 2-3 bulan. Beri pupuk susulan NPK 500-800 gram + KNO3 200 gram per pohon pada awal dan akhir musim hujan. Lakukan penjarangan buah (fruit thinning) dengan menyisakan 1-2 buah per tandan untuk ukuran buah optimal. Buang buah yang cacat atau terserang hama. Pantau tanda-tanda kekurangan unsur hara melalui warna daun dan pertumbuhan tunas. Panen dan Pasca Panen: Panen saat buah menunjukkan tanda matang fisiologis: kulit berubah warna, daging buah mulai lunak, dan aroma khas muncul. Untuk mangga Arumanis, panen saat ujung buah masih hijau tetapi pangkal mulai menguning (70-80% matang). Gunakan galah bambu dengan keranjang jaring atau tangga panen. Potong tangkai buah 5-10 cm dari pangkal untuk mencegah getah menetes ke kulit buah. Sortasi berdasarkan ukuran dan tingkat kematangan. Cuci bersih, lap kering, dan beri lapisan lilin (food grade wax) untuk memperpanjang kesegaran. Simpan pada suhu 13-15°C dengan kelembaban 85-90% untuk daya simpan 2-4 minggu.
🍎 Manfaat & Kegunaan
Sumber vitamin A dan beta-karoten tinggi untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah rabun senja.
Vitamin C dalam mangga memperkuat sistem imun tubuh dan membantu penyerapan zat besi.
Serat larut dan tidak larut dalam mangga melancarkan pencernaan dan mencegah konstipasi.
Kandungan antioksidan seperti quercetin, mangiferin, dan astragalin melawan radikal bebas penyebab penuaan dini.
Kalium dalam mangga membantu mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung.
Enzim amilase dalam mangga membantu memecah karbohidrat kompleks menjadi gula sederhana, memudahkan pencernaan.
Vitamin B6 dan folat dalam mangga mendukung perkembangan otak dan sistem saraf.
Polifenol dalam kulit mangga memiliki efek anti-inflamasi dan antimikroba alami.
🐛 Hama & Penyakit Umum
Lalat Buah (Bactrocera dorsalis) +
Gejala: Buah berlubang kecil dan mengeluarkan getah, daging buah membusuk dan berbiji kopong. Larva berwarna putih kekuningan hidup di dalam daging buah. Serangan parah menyebabkan buah gugur sebelum matang.
Pengendalian: Pasang perangkap metil eugenol 40-60 per hektar setiap 2 minggu sekali. Bungkus buah dengan kantong plastik atau kertas koran saat buah berukuran 3-4 cm. Semprot insektisida nabati berbahan ekstrak biji srikaya atau daun mimba. Lakukan sanitasi kebun dengan mengumpulkan dan membakar buah terserang.
Pencegahan: Lakukan pembungkusan buah secara konsisten sejak buah berukuran kecil. Pasang perangkap seks feromon secara rutin. Jaga kebersihan kebun dari buah busuk dan gulma. Tanam tanaman perangkap seperti kemangi di sekitar pohon mangga.
Kutu Putih (Pseudococcus citri) +
Gejala: Daun menggulung, menguning, dan ditutupi lapisan lilin putih seperti kapas. Daun muda dan pucuk layu. Permukaan daun terdapat embun madu (honeydew) yang menjadi media tumbuh jamur jelaga hitam.
Pengendalian: Semprot dengan air sabun (20 gram sabun colek per liter air) pada pagi hari. Aplikasikan insektisida nabati berbahan daun mimba 50 gram/liter atau ekstrak biji mahoni. Lepas kumbang predator Cryptolaemus montrouzieri 5-10 ekor per pohon.
Pencegahan: Pangkas cabang dan daun yang terlalu rimbun untuk meningkatkan sirkulasi udara. Hindari pemupukan nitrogen berlebihan. Lakukan penyemprotan preventif dengan larutan bawang putih 5 siung per liter air setiap 2 minggu.
Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) +
Gejala: Bercak coklat kehitaman pada daun, ranting, dan buah. Pada buah, muncul bercak bulat coklat yang meluas dan menyebabkan buah membusuk. Bunga gugur dan buah muda rontok. Pada serangan berat, seluruh malai bunga mengering.
Pengendalian: Semprot fungisida organik berbahan ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus) 200 ml/liter air. Gunakan larutan tembaga hidroksida dosis rendah pada fase berbunga. Pangkas dan bakar bagian tanaman yang terinfeksi. Aplikasi Bacillus subtilis sebagai agens hayati.
Pencegahan: Pilih bibit unggul yang sudah disertifikasi bebas patogen. Atur jarak tanam 8x8 meter untuk sirkulasi udara optimal. Hindari pengairan berlebihan terutama saat musim hujan. Lakukan pemangkasan pemeliharaan setiap 6 bulan sekali.
Jamur Jelaga (Capnodium mangiferae) +
Gejala: Permukaan daun, batang, dan buah tertutup lapisan hitam seperti jelaga yang menghambat fotosintesis. Pertumbuhan tanaman terhambat, daun menguning dan gugur sebelum waktunya.
Pengendalian: Kendalikan serangga vektor (kutu daun, kutu putih) yang menghasilkan embun madu. Semprot dengan larutan deterjen 5 gram/liter untuk membersihkan lapisan jamur. Aplikasikan fungisida minyak neem (neem oil) 10 ml/liter.
Pencegahan: Kontrol populasi serangga penghasil embun madu secara rutin. Jaga jarak tanam tidak terlalu rapat. Pangkas cabang sakit dan daun rimbun. Semprot preventif dengan larutan baking soda 1 sendok teh per liter air setiap 3 minggu.
Bercak Daun (Phoma mangiferae) +
Gejala: Bercak coklat tidak beraturan pada tepi dan ujung daun, berkembang menjadi lubang (shot hole). Daun menguning dan gugur, pertumbuhan tunas baru terhambat.
Pengendalian: Pangkas dan musnahkan daun yang terserang berat. Semprot fungisida organik berbahan ekstrak kunyit 100 gram/liter air. Aplikasi Pseudomonas fluorescens sebagai agens hayati antagonis.
Pencegahan: Berikan pupuk kalium (KCl) untuk meningkatkan ketahanan tanaman. Jaga drainase tanah agar tidak tergenang. Lakukan rotasi dengan tanaman bukan inang. Gunakan mulsa organik untuk menekan percikan tanah yang membawa spora.
Penggerek Batang (Batocera rufomaculata) +
Gejala: Lubang gerekan pada batang dan cabang utama dengan serbuk gerek berwarna coklat. Daun layu mendadak, cabang patah, dan getah keluar dari lubang gerekan. Pohon dapat mati jika serangan melingkari batang.
Pengendalian: Masukkan kawat ke dalam lubang gerekan untuk membunuh larva. Suntikkan insektisida sistemik karbofuran dosis rendah ke dalam lubang. Tutup lubang dengan lilin atau kapas yang sudah dibasahi insektisida.
Pencegahan: Lakukan pemangkasan cabang rendah yang bersentuhan dengan tanah. Beri kapur dolomit pada pangkal batang. Jaga kebersihan kebun dari kayu lapuk tempat berkembang biak kumbang. Pasang perangkap cahaya pada malam hari saat musim kawin.
❓ Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa lama pohon mangga mulai berbuah setelah tanam? +
Apa penyebab pohon mangga tidak berbunga meskipun sudah besar? +
Bagaimana cara membedakan mangga Arumanis asli dan palsu? +
Kapan waktu yang tepat untuk memupuk pohon mangga? +
Apa saja jenis pupuk organik yang cocok untuk pohon mangga? +
Bagaimana cara mengatasi busuk akar pada pohon mangga? +
Apakah mangga bisa ditanam di pot untuk skala rumahan? +
Apa keuntungan menggunakan bibit mangga sambung pucuk dibanding biji? +
Bagaimana cara mengolah mangga muda agar tidak sepat? +
Apa penyebab buah mangga retak-retak sebelum matang? +
Informasi Singkat
- 🎯Tingkat Kesulitan Menengah
- ⏳Waktu Panen 3-6 Tahun (bibit sambung lebih cepat)
- Kategori



