Kuping Gajah
Alocasia macrorrhizos (L.) G.Don
Kuping Gajah (Alocasia macrorrhizos) adalah spesies tanaman herba tahunan raksasa dari keluarga Araceae yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Filipina, dan Kepulauan Pasifik. Dikenal luas dengan sebutan elephant ear, giant taro, atau talas raksasa, tanaman ini memiliki daun terbesar di antara semua spesies Alocasia — helaian daun dapat mencapai panjang 90–120 cm dan lebar 60–80 cm pada tanaman dewasa, memberikan kesan dramatis dan arsitektural yang tak tertandingi di dunia tanaman hias. Daun berbentuk perisai (peltate) dengan ujung meruncing (acuminate) dan pangkal berlekuk dalam (cordate), berwarna hijau cerah hingga hijau gelap dengan permukaan mengilap yang memantulkan cahaya. Tangkai daun (petiole) sangat panjang dan kokoh, mencapai 80–150 cm, melekat pada daun secara peltate (masuk ke bagian tengah helai daun). Tidak seperti Anthurium crystallinum yang merupakan epifit dengan daun berurat putih menonjol, Alocasia macrorrhizos adalah tanaman terestrial yang tumbuh langsung di tanah dan menghasilkan rimpang bawah tanah yang besar dan mengandung pati — mirip dengan talas (Colocasia esculenta) namun dengan ukuran yang lebih besar dan rasa yang lebih pahit. Rimpang (corm) Alocasia macrorrhizos telah menjadi bahan pangan tradisional di berbagai budaya Pasifik dan Asia Tenggara selama ribuan tahun, meskipun harus dimasak terlebih dahulu untuk menghancurkan kristal kalsium oksalat yang bersifat iritan kuat. Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan berbagai nama daerah seperti sente, tales biroe, talas padang, talas gajah, atau senthe (Jawa). Di Pasifik, terutama di Hawaii dan Polinesia, tanaman ini disebut 'ape dan merupakan tanaman pangan penting yang dibudidayakan bersama talas. Sebagai tanaman hias, Alocasia macrorrhizos sangat populer untuk taman tropis, kolam, area semi-teduh, dan interior dengan langit-langit tinggi. Tanaman ini tumbuh cepat dan dapat mencapai tinggi total 2–4 meter dalam kondisi optimal. Perawatannya membutuhkan penyiraman yang melimpah (tanaman ini menyukai air), kelembaban udara tinggi, dan pemupukan rutin. Daunnya yang besar dan lebar memiliki laju transpirasi yang tinggi sehingga membutuhkan pasokan air yang konsisten — ini membedakannya dari tanaman hias daun lain yang cenderung lebih toleran terhadap kekeringan. Di habitat alaminya, Alocasia macrorrhizos tumbuh di sepanjang tepi sungai, rawa, dan area terbuka lembab di hutan hujan tropis dataran rendah hingga ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.
Tanaman HiasTanaman Indoor