1 spesies ditemukan
Ocimum basilicum var. citratum
Kemangi (Ocimum basilicum var. citratum) adalah tanaman herba tahunan dari keluarga Lamiaceae yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner dan pengobatan tradisional Nusantara selama berabad-abad. Dikenal dengan aroma jeruk yang khas dan segar — hasil dari kandungan sitral dan limonene pada daunnya — kemangi adalah varietas basil yang paling populer di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Tanaman ini tumbuh tegak dengan tinggi 30-100 cm, batang segi empat yang percabangannya banyak, dan daun berbentuk bulat telur hingga lanset dengan tepi bergerigi halus. Daun kemangi yang berwarna hijau segar berukuran 3-7 cm dengan permukaan sedikit berkerut dan mengeluarkan aroma jeruk yang kuat saat diremas. Bunga kemangi tersusun dalam tandan vertikal (rasemus) berwarna putih keunguan yang muncul di ujung batang. Berbeda dengan basil Mediterania (Ocimum basilicum) yang memiliki aroma manis seperti adas (licorice), kemangi memiliki profil aroma citrus yang segar dengan sentuhan floral ringan, menjadikannya pendamping ideal untuk lalapan, pecel, urap, dan berbagai hidangan khas Indonesia. Kemangi juga memiliki kandungan minyak atsiri yang tinggi — terutama sitral (hingga 70%), nerol, dan geraniol — yang memberikan sifat antibakteri, antioksidan, dan anti-inflamasi yang telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara. Tanaman ini sangat mudah dibudidayakan — cocok untuk petani pemula, urban gardening di polybag, hingga skala komersial — dengan waktu panen hanya 25-40 hari dari semai. Kemangi dapat tumbuh sepanjang tahun di iklim tropis Indonesia dan memberikan hasil panen berulang melalui pemangkasan rutin, menjadikannya salah satu tanaman herbal dengan nilai ekonomi paling stabil dan potensi bisnis yang menjanjikan.