17 spesies ditemukan
Persea americana
Alpukat (Persea americana) adalah pohon buah hijau abadi dari keluarga Lauraceae yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Buahnya dikenal sebagai salah satu sumber lemak sehat nabati terbaik di dunia, kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal, vitamin E, vitamin K, kalium, dan antioksidan. Di Indonesia, alpukat telah menjadi komoditas buah unggulan dengan nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat seiring gaya hidup sehat masyarakat. Tanaman ini tumbuh optimal di dataran tinggi 150-1000 mdpl dengan iklim tropis basah.
Phyllanthus acidus
Cermai (Phyllanthus acidus) adalah pohon kecil berbuah beri asam berwarna hijau ke kuning, tumbuh cepat di iklim tropis, cocok untuk kebun organik pemula, menghasilkan buah kaya vitamin C.
Durio zibethinus
Durian (Durio zibethinus) adalah pohon buah tropis tahunan dari keluarga Malvaceae, dikenal sebagai 'Raja Buah' (King of Fruits) karena ukuran besar, daging buah creamy, dan aroma khas yang kontroversial. Tanaman ini berasal dari hutan tropis Kalimantan dan Sumatra, telah dibudidayakan di Asia Tenggara selama lebih dari 600 tahun. Buah durian memiliki kulit tebal berduri tajam dengan daging buah berwarna kuning keemasan hingga oranye, bertekstur lumer seperti custard, dan memiliki rasa manis legit dengan sedikit pahit yang kompleks. Setiap pohon durian dewasa dapat menghasilkan 50-200 buah per musim dengan bobot 1-8 kg per buah, menjadikannya komoditas perkebunan bernilai ekonomi sangat tinggi, terutama varietas premium seperti Musang King dan Monthong yang menembus pasar ekspor global.
Psidium guajava var.
Jambu Kristal adalah varietas guava dengan daging buah bening, manis, dan berukuran kecil, cocok ditanam di iklim tropis. Tanaman ini tumbuh cepat, mulai berbuah dalam 1‑2 tahun.
Citrus limon
Lemon (Citrus limon) adalah pohon kecil hijau abadi, menghasilkan buah kuning asam, hasil hibrida citron dan jeruk pahit, asalnya diperkirakan dari timur laut India.
Citrus sinensis
Jeruk (Citrus sinensis) adalah buah pohon evergreen anggota famili Rutaceae yang telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Tanaman ini merupakan hasil persilangan alami antara pomelo (Citrus maxima) dan mandarin (Citrus reticulata). Indonesia memiliki beragam varietas jeruk unggulan seperti Jeruk Siam, Jeruk Keprok, dan Jeruk Besar yang tersebar di berbagai sentra produksi dari Sumatera hingga Papua.
Spondias dulcis
Kedondong (Spondias dulcis) adalah pohon buah tropis keluarga Anacardiaceae, menghasilkan buah berkulit hijau‑kuning dengan daging manis dan biji berserat, dikenal sebagai Polynesian plum.
Cocos nucifera
Kelapa (Cocos nucifera L.) adalah tanaman tahunan dari famili Arecaceae yang dijuluki "pohon kehidupan" (tree of life) karena seluruh bagiannya bermanfaat bagi manusia. Berasal dari Asia Tenggara dan kawasan Indo-Pasifik, kelapa telah menjadi komoditas perkebunan strategis di Indonesia — negara dengan luas areal kelapa terbesar di dunia mencapai 3,6 juta hektar (2025) dengan produksi 2,8 juta ton kopra ekuivalen. Tanaman ini tumbuh sebagai pohon palma berbatang tunggal (monopodial) dengan tinggi mencapai 30 meter, daun majemuk menyirip sepanjang 4-6 meter, dan buah berbiji tunggal (drupa) yang dapat mencapai berat 1-4 kg. Kelapa memiliki peran multidimensi: sebagai sumber pangan (daging buah, santan, minyak), minuman (air kelapa), bahan baku industri (VCO, nata de coco, arang aktif, cocopeat, serat sabut), energi terbarukan (biodiesel/bioavtur), serta bahan bangunan dan kerajinan dari kayu batang dan daun. Dalam ekosistem pesisir, kelapa berfungsi sebagai tanaman konservasi pantai dan penahan abrasi. Indonesia menyumbang 33% produksi kelapa global diikuti Filipina (25%) dan India (18%). Meskipun sentra produksi tersebar di seluruh nusantara — Sulawesi Utara, Riau, Jawa Timur, Maluku Utara, dan Bali — produktivitas rata-rata nasional baru 1,2 ton kopra/ha/tahun, jauh di bawah potensi varietas unggul hibrida yang bisa mencapai 5-7 ton/ha/tahun. Budidaya kelapa memerlukan investasi jangka panjang dengan komitmen lahan, waktu panen 4-6 tahun, dan umur ekonomis pohon mencapai 50-80 tahun. Inovasi hilirisasi seperti VCO organik, gula semut kelapa, dan bioavtur campuran sawit-kelapa membuka peluang nilai tambah signifikan bagi petani dan industri kelapa nasional.
Mangifera indica
Mangga (Mangifera indica L.) adalah buah tropis tahunan dari keluarga Anacardiaceae yang telah dibudidayakan selama lebih dari 4.000 tahun di Asia Selatan. Pohon mangga menghasilkan buah batu (drupa) dengan daging buah tebal, berwarna kuning hingga oranye, beraroma khas, dan memiliki rasa manis bervariasi tergantung varietas. Buah ini kaya akan vitamin A, C, antioksidan flavonoid, dan serat pangan yang mendukung kesehatan pencernaan dan imunitas tubuh.
Ananas comosus
Nanas (Ananas comosus) adalah tanaman buah tropis tahunan dari keluarga Bromeliaceae yang berasal dari kawasan Amerika Selatan, tepatnya perbatasan Brazil-Paraguay. Tanaman ini menghasilkan buah majemuk (syncarp) berwarna kuning keemasan dengan rasa manis-asam segar, aroma khas, dan mahkota daun di bagian atas. Nanas memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai buah meja segar, bahan baku industri olahan (kaleng, sirup, selai, dodol), serta sumber enzim bromelain yang dimanfaatkan di industri farmasi, kosmetik, dan pangan. Indonesia merupakan salah satu produsen nanas terbesar di dunia dengan sentra produksi di Lampung, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. Buah nanas kaya akan vitamin C, mangan, serat, dan antioksidan yang memberikan beragam manfaat kesehatan. Tanaman ini relatif toleran terhadap kekeringan dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, menjadikannya komoditas andalan petani di daerah tropis.
Carica papaya
Pepaya (Carica papaya) adalah tanaman buah tropis cepat tumbuh dari famili Caricaceae yang berasal dari Meksiko selatan dan Amerika Tengah. Dikenal sebagai sumber enzim papain unik yang memecah protein, pepaya dibudidayakan luas di Indonesia untuk buah segar, bahan baku industri kosmetik, farmasi, dan pengolahan makanan. Tanaman hermafrodit ini bisa berbuah dalam 8-12 bulan dan menghasilkan puluhan kilogram buah per pohon per tahun dengan perawatan yang relatif sederhana.
Musa paradisiaca
Pisang (Musa paradisiaca) adalah herba raksasa dari famili Musaceae yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia selama ribuan tahun. Tanaman tropis ini menghasilkan buah serbaguna yang bisa dimakan segar, digoreng, direbus, dijadikan tepung, hingga dibungkus dengan daunnya sendiri. Pisang cocok ditanam di pekarangan rumah hingga perkebunan skala besar karena perawatannya yang relatif mudah.
Nephelium lappaceum
Rambutan (Nephelium lappaceum) adalah tanaman buah tropis tahunan dari famili Sapindaceae yang berasal dari Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia. Buahnya dikenal dengan kulit berduri lunak (rambut) berwarna hijau hingga merah, daging buah putih bening hingga kemerahan dengan rasa manis segar dan biji tunggal di dalamnya. Rambutan merupakan salah satu komoditas buah unggulan Indonesia dengan potensi ekspor tinggi ke negara-negara Asia Timur, Eropa, dan Timur Tengah. Tanaman ini tumbuh optimal di dataran rendah hingga ketinggian 500 mdpl dengan iklim tropis basah dan telah dibudidayakan secara turun-temurun di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Indonesia adalah salah satu produsen rambutan terbesar di dunia, dengan varietas unggul seperti Rapiah, Binjai, Aceh, dan Lebak Bulus yang memiliki keunggulan rasa, produktivitas, dan daya simpan masing-masing.
Manilkara zapota
Sawo (Manilkara zapota) adalah pohon buah tropis hijau abadi yang berasal dari Meksiko selatan, Amerika Tengah, dan Karibia. Pohon ini terkenal menghasilkan buah dengan daging bertekstur unik — butiran gula alami (granular) yang memberikan sensasi sedikit berpasir di mulut, serta rasa manis pekat mirip karamel atau gula aren yang legit. Saat matang sempurna, daging buah berwarna coklat kekuningan dengan aroma harum khas. Nama 'sawo' di Indonesia diserap dari bahasa Spanyol 'zapote', yang berasal dari kata Nahuatl (Aztec) 'tzapotl'. Sawo memiliki keistimewaan ekologis dan ekonomis: pohonnya yang kuat, tahan angin, dan berumur panjang (50-100 tahun) menjadikannya pilihan ideal sebagai tanaman pekarangan dan konservasi tanah. Seluruh bagian pohon sawo bermanfaat — buah untuk konsumsi, getah (lateks) dari kulit batang digunakan sebagai bahan baku permen karet alami (chicle), kayunya yang keras dan padat dimanfaatkan untuk konstruksi, furniture, dan lantai parket karena tahan rayap dan cuaca. Sawo merupakan tanaman pertumbuhan lambat (slow-growing), terutama pada 5-10 tahun pertama. Bibit dari biji mulai berbuah setelah 5-7 tahun, tetapi bibit hasil okulasi atau sambung (grafting) dapat mulai berbuah dalam 3-5 tahun. Di Indonesia, sawo banyak dibudidayakan di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Bali, dan menjadi salah satu buah primadona pasar tradisional dengan harga yang relatif stabil. Keunikan sawo terletak pada metode penentuan kematangan buah — melalui 'scratch test' atau tes gores: jika goresan pada kulit buah tidak meninggalkan lateks (getah putih) maka buah siap panen.
Annona squamosa
Srikaya (Annona squamosa) adalah pohon kecil bercabang lebar yang tumbuh di iklim tropis rendah, menghasilkan buah manis berkulit bersisik, cocok untuk pekarangan rumah.
Artocarpus altilis
Sukun (Artocarpus altilis) adalah pohon buah tropis keluarga Moraceae, dibudidayakan sejak zaman Polinesia, menghasilkan buah berkarbohidrat tinggi yang dapat dimasak atau dipanggang.
Ficus carica
Tin (Buah Ara) adalah buah Ficus carica, tumbuh di iklim Mediterania dan Asia Barat, dibudidayakan sejak zaman kuno, menghasilkan buah manis berkulit tipis, cocok untuk kebun organik.